Sunday, 16 December 2012

Katy Perry - Hold and Cold

You change your mind
Like a girl changes clothes
Yeah you, PMS
Like a bitch, I would know
And you, over think
Always speak cryptically
I should know
That you’re no good for me

Cause you’re hot then you’re cold
You’re yes then you’re no
 You’re in and you’re out
You’re up and you’re down
You’re wrong when it’s right
It’s black and it’s white
We fight, we break up
We kiss, we make up

(You) You don’t really wanna stay, no
(You) But you don’t really wanna go-o
You’re hot then you’re cold
You’re yes then you’re no
You’re in and you’re out
You’re up and you’re down

We used to be
Just like twins, so in sync
The same energy
Now’s a dead battery
Used to laugh bout nothing
Now you’re plain boring
I should know
That you’re not gonna change

Cause you’re hot then you’re cold
You’re yes then you’re no
 You’re in and you’re out
You’re up and you’re down
You’re wrong when it’s right
It’s black and it’s white
We fight, we break up
We kiss, we make up

(You) You don’t really wanna stay, no
(You) But you don’t really wanna go-o
You’re hot then you’re cold
You’re yes then you’re no
You’re in and you’re out
You’re up and you’re down
Someone call the doctor 
Got a case of a love bipolar
Stuck on a roller coaster
Can’t get off this ride
You change your mind
Like a girl changes clothes

Cause you’re hot then you’re cold
You’re yes then you’re no
You’re in and you’re out
You’re up and you’re down
You’re wrong when it’s right
It’s black and it’s white
We fight, we break up
We kiss, we make up
You’re hot then you’re cold
You’re yes then you’re no
You’re in and you’re out
You’re up and you’re down
You’re wrong when it’s right
It’s black and it’s white
We fight, we break up
We kiss, we make up

(You) You don’t really wanna stay, no
(You) But you don’t really wanna go-o
You’re hot then you’re cold
You’re yes then you’re no
You’re in and you’re out
You’re up and you

Unsur Intrinsik

Unsur Intrinsik adalah Unsur-unsur pembangun sebuah karya sastra yang dapat ditemukan di dalam teks karya sastra itu sendiri (unsur yang membangun karya sastra dari dalam.

PEMBAGIAN UNSUR INTRINSIK
1.      Tema
Tema adalah gagasan pokok yang mendasari sebuah karya. Tema sebuah cerita disediakan secara tersirat atau implisit.
Cara mencari tema adalah dengan memahami ide utama yang disampaikan pengarang. Selain itu, dapat dilakukan sebagai berikut ini.
q  Membaca karya secara keseluruhan
q  Mengajukan pertanyaan kepada judul yang ada
q  Memahami sikap dan tingkah pola tokoh utama atau tokoh yang menjadi sorotan pertama
Tema, dinyatakan ke dalam bentuk pokok pemikiran dan akan lebih sempurna jika dituangkan ke dalam kalimat pernyataan.
2.      Latar
Latar adalah keterangan mengenai tempat, waktu, ruang dan suasana dalam suatu cerita. Pada dasarnya, latar cerita mutlak dibutuhkan untuk menggarap tema dan plot karena latar harus bersatu antara isi dan struktur hingga menghasilkan cerita yang menarik, padat, dan berkualitas.
3.      Alur
Alur merupakan rangkaian peristiwa secara susul-menyusul dan sebab-akibat atau akibat sebab. Rangkaian peristiwa itu menggiring pembaca memecahkan konflik cerita menuju situasi cerita yang seimbang dan harmonis.
Alur merupakan rangkaian peristiwa secara sebab akibat atau akibat sebab. Jika peristiwa yang dirangkai itu secara terlebih dahulu memunculkan sebab dan peristiwa lainnya sebagai akibatnya, alur ini dikenal dengan istilah alur Konvesional, sedangkan peristiwa yang dijalin secara terpola terlebih dahulu menghidangkan akibatnya dari peristiwa sesudahnya dan diikuti dengan sebab peristiwa, alur ini dikenal dengan istilah alur Inkonvesional.
Menurut kajian tradisional, bahwa berdasarkan urutan peristiwa atau kejadiannya, alur dibagi tiga, yaitu:
1)      Alur maju (Kronologis atau Klimaks)
Merupakan alur cerita yang diruntut dari peristiwa yang terjadi saat ini, berturut-turut hingga ke peristiwa akhir.
2)      Alur mundur (Flash back atau Refresif)
Merupakan alur cerita yang dimulai dari akhir peristiwa (ending), lalu sedikit demi sedikit menoleh ke peristiwa yang mendahuluinya atau ke peristiwa yang menjadi sebab.
3)      Alur Gabungan (Acak beraturan)
Merupakan alur cerita yang cendrung dalam bentuk cerita secara sebab-akibat.
4.      Konflik
Konflik adalah benturan kepentingan atau masalah antartokoh cerita. Konflik dalam fiksi terbagi atas dua, yakni;
1) Konflik internal
Merupakan pertentangan dan keinginan di dalam diri seorang tokoh.
2)      Konflik eksternal
Merupakan pertentangan antara tokoh satu dengan tokoh yang lain.
5.      Tokoh
Tokoh adalah individu rekaan atau tokoh-tokoh dalam cerita. Tokoh utama dan tokoh pembantu. Tokoh utama meliputi protagonis (pembawa ide) dan antagonis (penentang ide). Seseorang tersebut memiliki watak atau karakter. Watak atau karakter tokoh cerita misalnya penyabar, pemalu, pemalas, sombong, kikir, atau baik hati. Karena tokoh berperan sebagai pelaku cerita, kehadirannya sangat penting dalam sebuah cerita.

6.      Penokohan
Penokohan adalah watak, sikap atau perilaku tokoh yang digambarkan secara fisik ataupun batin. Penokohan seorang tokoh dapat disampaikan dengan dua cara:
a.      Penokohan secara langsung (analitik)
Pengarang menyampaikan watak atau sifat pelaku cerita secara langsung. Pengarang menyebutkan bahwa tokoh berwatak baik hati, jahat, keras kepala, atau sombong.
b.      Penokohan dengan cara pelukisan (dramatik)
Pengarang menyampaikan sifat pelaku dengan cara menggambarkan (pelukisan) dan tidak disebutkan secara langsung. Penggambaran tersebut dapat disampaikan dengan cara :
     1) Pilihan nama tokoh
     2) Penggambaran fisik tokoh
     3) Penokohan digambarkan melalui dialog antar tokoh

7.      Amanat
Amanat adalah kesan atau pesan  moral dalam cerita. Rancang bangun cerita yang dikehendaki pengarang harus dilandasi amanat, yaitu pesan moral yang ingin disampaikan kepada pembaca. Namun amanat ini harus dijalin secara menarik shingga anak-anak tidak merasa membaca wejangan moral atau khotbah agama.

8. Sudut pandang
            Sudut pandang adalah cara pengarang menceritakan tokoh-tokohnya. Ada beberapa jenis pusat pengisahan.
   a. Pengarang sebagai tokoh cerita
            Pengarang sebagai tokoh cerita bercerita tentang keseluruhan kejadian atau peristiwa terutama yang menyangkut diri tokoh
   b. Pengarang sebagai tokoh sampingan
            Orang yang bercerita adalah seorang tokoh sampingan.
   c. Pengarang sebagai orang ketiga
            Pengarang sebagai orang ketiga berada diluar cerita bertindak sebagai pengamat.
   d. Pengarang sebagai tokoh dan narator
            Pengarang bertindak sebagai pelaku cerita dan sekaligus narator yang menceritakan orang lain di samping tentang dirinya.
9. Gaya Bahasa
            Gaya bahasa adalah cara pengarang mengolah bahasa cerita (komunikatif, mudah dipahami, ataukah berbelit-belit). Gaya menentukan keberhasilan sebuah cerita. Secara tradisional dikatakan bahwa keberhasilan sebuah cerita bukan pada apa yang dikatakan, melainkan bagaimana mengatakannya.

Saturday, 15 December 2012

Virus


A.      Sejarah Penemuan Virus
            Sejarah penemuan dimulai pada tahun 1882 dengan ditemukannya bintik kekuningan pada daun tembakau. Seorang ilmuwan Jerman bernama Adolf Mayer mendapatkan bahwa penyakit itu menulari tanaman tembakau lain. Mayer melakukan percobaan dengan menyemprot getah tanaman yang sakit pada tanaman yang sehat, ternyata tanaman sehat menjadi tertular.
            Percobaan ini diulang oleh ilmuwan Rusia Dmitri Ivanovski, pada saat itu saringan bakteri telah ditemukan. Ivanovski menyaring getah tanaman tembakau yang sakit dengan penyaring bakteri. Hasil penyaringan dioleskan pada tanaman tembakau yang sehat. Ternyata tanaman yang sehat menjadi tertular. Ivanovski menyimpulkan bahwa partikel yang menyerang tembakau tersebut adalah bakteri patogen yang berukuran sangat kecil atau zat kimia yang diproduksi oleh bakteri tersebut, yang lolos dari penyaringan bakteri.
            Tahun 1897, Martinus Beijerinck seorang ahli Mikrobiologi Belanda menemukan fakta bahwa partikel yang menyerang tanaman tembakau tersebut dapat berkembangbiak pada tanaman tembakau, tapi tidak dapat berkembangbiak pada medium pertumbuhan bakteri. Fakta lainnya menunjukkan bahwa partikel tersebut tidak mati saat dimasukkan dalam alkohol, berbeda dengan bakteri yang mati ketika dimasukkan dalam alkohol. Beijerinck menyimpulkan bahwa partikel tersebut bukan bakteri dan berukuran sangat kecil dan hanya dapat hidup pada makhluk hidup yang diserangnya. Tapi Beijerinck belum berhasil menemukan struktur dan jenis partikel itu.
            Pada tahun 1953, seorang ilmuwan Amerika, Wendell Staley, berhasil mengkristalkan partikel yang menyerang tanaman tembakau tersebut. Partikel itu kemudian dinamakan TMV (Tobacco Mosaic Virus) atau Virus Mosaik Tembakau. Sejak itu penemuan tentang virus terus berkembang. Cabang Biologi yang mempelajari tentang virus adalah Virologi.
B.      Ciri-ciri Virus
*      Kata “Virus” berasal dari bahasa Latin, yang artinya Racun
*      Ukuran tubuh virus berkisar antara 20 milimikron-300 milimikron
*      Bentuk tubuh virus bervariasi. Ada yang berbentuk oval, silinder dan polihedral (bersegi banyak)
*      Contoh dari virus berbentuk polihedral yaitu Bakteriofag. Bakteriofag adalah virus yang hidup dalam sel bakteri. Para ilmuwan menggunakan bakteriofag untuk meneliti reproduksi virus karena bakteriofag adalah contoh terbaik yang mudah diamati proses replikasi/reproduksinya.
*      Virus bersifat Aseksual (tidak memiliki sel).
*      Virus hanya memiliki salah satu macam asam nukleat (RNA atau DNA), ada juga yang memiliki keduanya.
*      Tubuh virus terutama tersusun atas asam nukleat yang diselubungi oleh protein yang disebut Kapsid
*      Virus dikategorikan makhluk hidup apabila ia berada di dalam tubuh organisme yang hidup. Dan ia menjadi parasit di dalamnya. Alasannya karena ia memiliki Materi Genetik
*      Virus dikategorikan makhluk tak hidup apabila ia tidak berada di dalam tubuh organisme yang hidup. Sebab, ia tidak dapat melakukan respirasi, reproduksi, mendapatkan nutrisi dan dapat dikristalkan.

C.      Reproduksi/Replikasi Virus
Bakteriofage atau fage adalah sejenis virus yang biasa hidup dalam tubuh bakteri Escherichia coli.
Daur hidup virus Bakteriofage di dalam sel bakteri ada dua yaitu:
a)      Siklus Litik
Daur hidup virus di dalam sel bakteri yang menyebabkan pecahnya DNA bakteri dan kemudian bercampur dengan sel bakteri.
1)      Fase Absorpsi
Yaitu fase di mana virus menempel di bagian tertentu dari dinding sel bakteri. Daerah itu dinamakan Daerah Reseptor (receptor site=reseptor spot). Daerah ini khas bagi fag tertentu sehingga fag jenis lain tidak dapat melekat di tempat tersebut.
2)      Fase Penetrasi
Yaitu fase di mana virus melepaskan enzim sehingga dinding sel bakteri berlubang, kemudian virus menginjeksikan DNA-nya ke dalam sel bakteri.
3)      Fase Eklitase
Yaitu fase di mana DNA virus menghancurkan DNA bakteri dengan enzim Lisozim yang berfungsi merusak dinding sel bakteri. DNA virus mengambil alih kerja DNA bakteri.
4)      Fase Sintesis
Yaitu fase di mana sel bakteri menjadi pecah dan keluarlah partikel-partikel virus yang baru.
5)      Fase Pematangan
Yaitu fase di mana DNA virus menyusun DNA baru menggunakan DNA bakteri sebagai bahan.
6)      Fase Pembebasan
Yaitu fase di mana setelah fag dewasa, sel bakteri akan pecah (lisis), sehingga fag yang baru akan keluar. Jumlah virus baru ini dapat mencapai sekitar 200 buah.

b)      Siklus Lisogenik
Daur hidup DNA virus yang menempel (bersatu) pada DNA bakteri.

1)      Fase Absorpsi
Yaitu fase di mana fag melekat di tempat khusus pada sel bakteri.
2)      Fase Penetrasi
Yaitu fase di mana fag menginjeksi bakteri dengan memasukkan materi genetik virus ke dalam sitoplasma sel inang
3)      Fase Penggabungan
Yaitu fase di mana DNA virus bergabung dengan DNA bakteri dan membentuk Profag.
4)      Fase Replikasi
Saat profag bereplikasi, DNA fag pun juga ikut bereplikasi. Kemudian ketika bakteri membelah diri, bakteri menghasilkan dua sel anak yang masing-masingnya mengandung Profag.

D.     Peranan Virus dalam Kehidupan Manusia
1.      Virus yang menyebabkan penyakit pada manusia
No.
Nama Penyakit
Nama Virus
Bagian tubuh yang diserang
1
AIDS
Acquired immunodeficiency syndrome
Imunitas tubuh, kekebalan tubuh
2
Influenza
Orthomyxovirus
Alat pernafasan
3
Flu Burung
H5N1
Sistem kekebalan tubuh
4
Campak
Paramyxovirus
Sistem kekebalan tubuh
5
Herpes
Famili Herpesviridae
Mata, bibir, mulut, kulit, alat kelamin hingga otak
6
Ebola
Ebola
Virus yang paling mematikan dan sampai sekarang belum ada penyembuhnya. Virus ini menyerang jaringan dan sel tubuh
7
Polio
Polio
Selaput otak dan sumsum tulang belakang
8
Hepatitis
Hepatitis
Hati
9
Cacar Air
Variecella zoster
Sistem kekebalan tubuh, kulit
10
SARS
Coronavirus
Penyakit seperti pneumonia, seperti influenza
11
Penyerang Escherichia coli
Bakteriofage, Virus T
Bakteri Escherichia coli di dalam usus manusia



2.      Virus yang menyebabkan penyakit pada Hewan
No.
Penyakit
Virus
Hewan yang diserang
1
Tumor
Polyoma
Hewan tertentu
2
Tumor
Adenovirus
Hewan tertentu
3
Rabies
Rhabdovirus
Anjing, monyet dll
4
HIV
Retrovirus
Hewan tertentu
5
Flu burung
Avian influenza (H5N1)
Unggas dan mamalia
6
Tokso
Virus Tokso
Kucing
7
Herpes
Virus Herpes
Sapi

3.      Virus yang menyebabkan penyakit pada tumbuhan
No.
Penyakit
Virus
Tumbuhan yang diserang
1
Bercak-bercak kuning pada daun tumbuhan
Tobacco mosaic virus (TMV)
Tembakau, kacang, kedelai, tomat, kentang dan beberapa jenis labu
2
Penyakit kuning
Begomovirus
(Bean golden mosaic virus)
Cabai dan tomat
3
Mycovirus
Mycovirus
Tanaman jamur
4
Daun menggulung
Turnip yellow mosaic virus
Tembakau, kapas, dan lobak

E.      Vaksin
Beberapa vaksin yang sudah dikenal antara lain
1.      Vaksin Sabin dan Salk, untuk mencegah penyakit polio
2.      Vaksin Pasteur, untuk mencegah penyakit antraks dan rabies
3.      Vaksin Jenner, untuk mencegah penyakit cacar