- Duduk di Rumah Gadang
Orang di rumah gadang duduk di lantai dengan bersila (laki-laki) atau bersimpuh (perempuan). Tempat duduk seseorang ditentukan oleh fungsinya dalam kekerabatan. Mamak rumah duduk membelakangi dinding depan dan menghadap ke ruang tengah/bilik. Ini melambangkan mamak rumah senantiasa mengawasi kemenakannya. Sebaliknya urang sumando duduk membelakangi bilik dan menghadap ke pintu luar atau halaman. Ini melambangkan urang sumando adalah tamu terhormat di rumah gadang dan merupakan abu di ateh tunggua.
2. Berbicara di Rumah Gadang
Berbicara di rumah gadang memerlukan tenggang rasa yang tinggi. Raso jo pareso menjadi patokan. Berbicara harus diiringi sopan santun yang telah diatur sedemikian rupa.
Di rumah gadang berlaku kato nan ampek:
- Kato mandaki, dari yang muda kepada yang lebih tua
- Kato manurun, dari yang tua kepada yang lebih muda
- Kato mandata, sesama orang yang kedudukannya sama
- Kato malereang, urang sumando kepada mamak rumah, minantu kepada mintuo, dan sebaliknya
3. Berbuat dan Bertindak di Rumah Gadang
Setiap perbuatan dan tindakan ada aturannya. Aturan ini diungkapkan dalam "kato-kato", misalnya malabihi ancak-ancak, mangurangi sio-sio (dalam bertindak jangan berlebihan) atau kato sapatah dipikiri, jalan salangkah madok suruik (pikirkan akibat dalam melakukan sesuatu)
No comments:
Post a Comment