1. Sistem Pergerakan pada Amfibi
Amfibi/Amphibia memiliki dua pasang
tungkai yang terjadi variasi oleh karena adaptasi untuk hidup di darat, air,
arboreal (hidup di atas pohon)dan di bawah tanah. Sebagian besar amphibi modern
memiliki empat tungkai relatif lemah yang tidak cocok untuk berjalan cepat di
tanah. Umumnya kaki depan memiliki 4 jari dan kaki belakang 5 jari, tetapi pada
bebrapa spesies terjadi pengurangan.
Secara umum
Amfibi/Amphibia (katak dan kodok), jumah jari tungkai depan biasanya 4 buah,
tungkai belakang memanjang dan biasanya untuk melompat. Kebanyakan katak dan
kodok memiliki 5 jari pada tungkai belakang dan dan jari tambahan yang
diketahui sebagai prehaluk pada sisi ventral kaki. Prehaluk ini pada Spadefoot
(katak penggali tanah) berupa tulang-tulang tajam yang digunakan
untuk menggali, untuk bersembunyi di dalam tanah.
Ada berbagai
variasi struktur kaki belakang Amfibi/Amphibia (Anura), ada yang berselaput
meluas sampai ke jari dan yang lainnya ada tetapi tidak sampai meluas ke jari
atau bahkan tidak ada sama sekali. Anura tidak mampu melakukan regenerasi
tungkai ataupun jari yang hilang tetapi pada salamander mampu
melakukannya
Katak adalah salah satu dari jenis amfibi. Katak memiliki rangka dalam(endoskeleton). Rangka katak tersusun dari 3 kelompok, yaitu tulang tengkorak, tulang badan, dan tulang anggota gerak. Katak mempunyai tulang belakang yang panjang dan otot yang kuat, oleh karena itu katak dapat melompat dengan tinggi dan katak juga mempunyai selaput renang, selaput ini memberikan tekanan yang kuat, sehingga terbentuk gerakan di air.
1.
Sistem Pergerakan Pada Serangga
Ø Larvae dengan tubuh lunak bergerak
dengan cara merayap.
Pergerakan ini dimungkinkan karena adanya skeleton hidrostatik untuk perlekatan
otot. Otot turgor berkontraksi dan relaksasi secara berurutan dari kepala ke
ekor sehingga membentuk gelombang. Tumpuan pada substrat terjadi karena adanya
kait mulut (mouth hook, misalnya pada larva diptera) dan kaki lengket (adhesive
foot). Beberapa serangga air bergerak dengan menggeliat seperti ular.
Sedangkan pada larvae yang mempunyai kaki-kaki dada (thoracic legs),
gelombang kontraksi dan relaksasi dari otot-otot turgor dari posterior ke
anterior menyebabkan terangkatnya kaki dari substrat secara berurutan dan
menyebabkan gerakan maju.
Ø Pada serangga dengan eksoskeleton luar
yang kokoh bergerak dengan cara berjalan atau berlari, pergerakan diperoleh dari kontraksi
dan relaksasi dari pasangan otot-otot antogonistik dan agonistic yang melekat
pada kutikula. Pergerakan dengan jalan atau berlari menggunakan enam kaki dada.
Dibanding crustacea dan myriapoda, serangga mempunyai lebih sedikit kaki yang
terletak lebih ke ventral dan berdekatan satu sama lain pada dada memungkinkan
konsentrasi otot-otot pergerakan baik untuk berjalan maupun terbang. Hal ini
menghasilkan pergerakan yang lebih efisien dan lebih mudah terkontrol. Ketika
serangga berjalan, pergantian pertumpuan tripod dari kaki depan dan kaki
belakang pada satu sisi dan kaki tengah pada sisi yang lain mendorong ke
belakang sedangkan kaki-kaki yang lain diangkat ke depan sehingga menghasilkan
gerakan maju. Dengan tripod, pergerakan menjadi stabil karena titik berat tubuh
berada di antara tiga kaki.Tungkai Cursorial berfungsi untuk berlari yang
dicirikan dengan ruas-ruas tungkai yang ramping. Contohnya tungkai kecoak,
kumbang.
Ø Meloncat, Gerakan meloncat dimungkinkan karena
adanya kaki belakang yang termodifikasi (femur belakang yang membesar, misalnya
pada orthoptera dan kutu) dengan otot-otot yang besar di mana kontraksi secara
perlahan menghasilkan energi yang tersimpan dengan salah satu cara berikut
yaitu distorsi dari sendi femoro-tibial, sklerotisasi berbentuk pegas
(spring-like sclerotization, misalnya perpanjangan jaringan pengikat pada
metatibia) dan tekanan pada elastic resilin pad pada coxa. Tungkai
Saltatorial berfungsi untuk meloncat yang dicirikan dengan pembesaran femur
bagian belakang. Misalnya pada tungkai belalang dan jangkrik.
Ø Mendayung, Gerakan mendayung pada lapisan
permukaan air dimungkinkan karena adanya tegangan permukaan air dan pada
telapak kaki serangga terdapat kutikula atau rambut-rambut yang bersifat
menolak air. Tungkai Natatorial berfungsi untuk berenang yang dicirikan bentuk
tungkai yang pipih serta adanya “rambut-rambut renang” yang panjang. Misalnya
tungkai kumbang air, kepinding kapal.
Ø Terbang, Kemampuan terbang memungkinkan
serangga untuk mempunyai mobilitas lebih tinggi yang membantu dalam memperoleh
pakan, pasangan kawin, penyebaran dan mengeksploitasi lingkungannya. Kemampuan
terbang hanya dimiliki oleh serangga dewasa. Terbang berarti harus melawan dua
gaya yaitu gravitasi dan gesekan dengan udara. Penerbangan bisa dilakukan
secara aktif menggerakkan otot-otot terbang atau secara pasif atau melayang
relatif terhadap angin. Naik dan turun dalam gerakan melayang dilakukan dengan
mengatur sudut sisi depan sayap yaitu antara 30° dan 50°. Kemampuan manuver
serangga ini lebih baik dari pada pesawat terbang yang hanya kurang dari 20°.
Frekuensi pergerakan sayap berbeda dari spesies ke spesies, misalnya pada
kupu-kupu 5 Hz (5 kali/detik) sedangkan pada lebah 10 Hz. Untuk berbelok,
serangga merubah amplitudo gerakan pada salah satu sisi sayap.
Ditinjau dari
hubungannya dengan sayap, otot terbang ada dua macam yaitu otot langsung dan
otot tidak langsung. Otot langsung mempunyai perlekatan dengan sayap dan
bekerja secara langsung menggerakkan sayap. Otot tidak langsung melekat pada
dinding thorax bagian dalam dan kontraksinya menyebabkan perubahan bentuk dada
dan secara tidak langsung menggerakkan sayap.
2.
Sistem Pergerakan pada Pisces (ikan)
Untuk memudahkan bergerak di
dalam air, ikan memiliki bentuk tubuh yang aerodinamis (streamline) untuk mengurangi
hambatan ketika bergerak didalam air.Ekor dan sirip ekor yang lebar berfungsi
untuk mendorong gerakan ikan dalam air. Sirip tambahan digunakan untuk mencegah
gerakan yang tidak di inginkan.
Gelembung renang untuk mengatur
gerakan vertical. Dan ikan memiliki susunan otot dan tulang belakang yang
flexsibel untuk mendorong ekor ikan di dalam air.
Ikan berenang dengan mengerahkan
kekuatan terhadap air di sekitarnya. Ada pengecualian, tetapi ini biasanya
disebabkan oleh kontraksi otot ikan di kedua sisinya untuk menghasilkan
gelombang lenturan yang berjalan di sepanjang tubuh ikan dari hidung sampai ke
ekor. Vektor gaya yang bekerja pada air dengan gerakan secara lateral
menghasilkan gaya yang mendorong ikan ke depan
Sebagian besar ikan menggunakan gerakan
lateral pada tubuh dan sirip ekornya untuk menghasilkan gaya dorong ke depan.
Tetapi ada juga yang bergerak menggunakan sirip pasangan dan sirip
tengahnya. Ikan yang bergerak dengan sirip pasangan dan sirip tengah cocok
untuk hidup di terumbu karang. Tapi jenis ikan ini tidak dapat berenang secepat
ikan yang menggunakan tubuh dan sirip ekornya
Gerak pada Ikan
Gerak pada ikan melibatkan rangka dan otot ikan. Rangka ikan berbentuk streamline unutk memudahkan ikan dalam air. Rangka pada ikan tersusun atas 4 kelompok tulang, yaitu tulang tengkorak, tulang badan, tulang anggota gerak, dan tulang ekor. Tulang anggota gerak berkembang menjadi sirip dan sirip tersebut digunakan ikan untuk berenang dan menjaga keseimbangannya. Adanya sirip ekor membantu ikan bergerak lebih cepat.
Gerak pada ikan melibatkan rangka dan otot ikan. Rangka ikan berbentuk streamline unutk memudahkan ikan dalam air. Rangka pada ikan tersusun atas 4 kelompok tulang, yaitu tulang tengkorak, tulang badan, tulang anggota gerak, dan tulang ekor. Tulang anggota gerak berkembang menjadi sirip dan sirip tersebut digunakan ikan untuk berenang dan menjaga keseimbangannya. Adanya sirip ekor membantu ikan bergerak lebih cepat.
3.
Sistem Pergerakan pada Aves (Burung)
Bulu burung selain berfungsi untuk terbang,
bulu-bulu pada burung juga berfungsi untuk menahan panas sehingga tubuh burung
dapat menjaga panas tubuhnya. Otot pada tubuhnya bekerja lebih efisien
dalam keadaan hangat. Contohnya pada burung merpati.
Burung
memiliki teknik untuk terbang (teknik terbang). Burung terbang dengan
mengepakkan sayap,yaitu mengepakkan sayap dari atas ke bawah untuk menimbulkangerakan
yang mengangkat dan mendorong tubuhnya di udara. Gerakan mendorong dan
mengangkatkan sayap, memerlukan kekuatan yang paling besar. Sementara pada saat
mengangkat sayap, memerlukan kekuatan yang lebih kecil.Pada saat mengangkat sayap,
burung menempatkan posisi sayapnya ke semula, untuk memulai gerakan gerakan
mendorong dan mengangkat tubuh kembali.
Gerak
pada Burung
Sama halnya dengan burung, burung juga mempunyai rangka dalam. Burung terbang dengan sayap dan sayap tersebut dikendalikan oleh otot otot yang sangat kuat. Otot otot tersebut melekat pada tulang dada. Burung memiliki dua otot, dan sistem yang digunakan yaitu sistem kerja otot yang berlawanan. Pada saat burung mengepakkan sayapnya, bulu bulu akan menutup dan akan membuka ketika sayap terangkat. dengan cara inilah burung mendapatkan kekuatan. Bentuk tubuh pada burung itu ringan dan ramping, sehingga dia mudah unutk terbang dan selain itu burung juga mempunyai kantung udara untuk meringankan tubuhnya. Dan bulu ekornya juga berperan penting dalam membantu burung terbang.
Sama halnya dengan burung, burung juga mempunyai rangka dalam. Burung terbang dengan sayap dan sayap tersebut dikendalikan oleh otot otot yang sangat kuat. Otot otot tersebut melekat pada tulang dada. Burung memiliki dua otot, dan sistem yang digunakan yaitu sistem kerja otot yang berlawanan. Pada saat burung mengepakkan sayapnya, bulu bulu akan menutup dan akan membuka ketika sayap terangkat. dengan cara inilah burung mendapatkan kekuatan. Bentuk tubuh pada burung itu ringan dan ramping, sehingga dia mudah unutk terbang dan selain itu burung juga mempunyai kantung udara untuk meringankan tubuhnya. Dan bulu ekornya juga berperan penting dalam membantu burung terbang.
4. Sistem Pergerakan pada Reptil
Rangka reptilia berfungsi menopang
tubuh. Tengkorak reptilia memanjang dan terdapat tulang yang memisahkan lubang
hidung dan rongga mulut. Dua ruas pertama tulang belakang membuat gerakan
kepala reptilia lebih leluasa. Sendi pada tulang atlas memungkinkan untuk
mengangguk, sedangkan tulang aksis memungkinkan untuk gerakan memutar,
contohnya ular dan buaya.
Gerak pada Reptil
Gerak pada Reptil
thanks atas infonya :)
ReplyDeleteiya ;) you're welcome
Deletesuka anime gk
ReplyDeleteoh ya thank' for informasinya
hehe lumayan
Deleteyou're welcome ;)