Friday, 22 August 2014

Skies Are Crying.

Hei Readers.. Kali ini gue mau cerita tentang peristiwa yang membuat gue shock dan menangis.

Pada postingan sebelumnya gue pernah bercerita tentang kucing-kucing yang datang ke dalam kehidupan gue kan? Udah baca belom? Belom? Scroll down gihh

Naah jadi gue mau bercerita tentang peristiwa yang sempat membuat gue down banget :'(
Judul postingan kali ini yaitu "Skies Are Crying." karena gue merasa emang langit lagi nangis :o
Jadi ceritanya begini.
Waktu hari Rabu tanggal 20 Agustus 2014, gue sangat enjoy saat gue berada di sekolah. Ketawa haha ketawa hihi gitulah sama teman-teman. Skiiip----
Lalu, saat gue pulang ke rumah. Biasanya, kalo gue pulang sekolah, kucing-kucing-kucing (3 ekor kucing) gue selalu menunggu di luar pintu rumah alias di teras rumah (ya iyalah nunggu di luar._. wong kucing-kucingnya gak diizinin masuk ke dalam rumah makanya menunggu di luar aja-_-)

Lanjut.

Jadi, gue hanya melihat si Hitam(sang sulung) sama si Belang(sang induk) dan gue gak melihat si Kuning(sang bungsu) di dekat mereka. Gue melepaskan sepatu dan kaus kaki gue lalu membawanya ke dalam rumah dan menaruhnya di rak sepatu. Trus, gue tanya ke Bunda.
"Bunda, mana si kuning nda? kok Nidya gak ngeliat.."
Mendengar gue bertanya si Kuning, Bunda gue langsung duduk di kursi ruang tamu, Oma pun juga ikut duduk. Bunda dan Oma gue cuma memandangi gue. Trus gue tanya lagi sama Bunda.
"Nda,, serius ajaa, kemana kuning ndaa? kenapa bunda diam aja?"
Trus Bunda yang awalnya diam aja akhirnya menjawab.
"Nidya.. kuningnya udah duluan....."
-----------
"Maksud Bunda?" tanya gue kembali
"Iya, udah duluan. Udah di syurga sekarang..."
-----------
Saat Bunda menjawab seperti itu, gue langsung ngeDROP. Bener-bener DROP. Air mata gue terjatuh . . . . . .
Gue gak bisa ngebayangin hal seperti itu terjadi :'( Gue gak bisa berkata apa-apa.
Hal yang gue takuti selama ini akhirnya terjadi . . .

Gue langsung berjalan tergopoh-gopoh ke arah kamar. Disitu gue menangis, gak bisa ngebayangin kalo peristiwa itu memang bener-bener terjadi . . .
Sekitar sepuluh menit gue berada di dalam kamar.
Beberapa menit setelah itu terdengar adzan Ashar, gue langsung berdiri, berjalan ke arah kamar mandi buat mencuci muka dan mengambil wudhu. Lalu sholat Ashar.
Dan Alhamdulillah setelah sholat Ashar, gue udah agak mendingan.
Gue berpikir, mungkin ini sudah takdirnya~ dan dimulai dari jam itu, gue mulai menerima peristiwa itu dengan lapang dada.

Setelah sholat, Bunda menceritakan peristiwanya. Tapi maaf, gue gakbisa menceritakan kembali peristiwa itu di sini hehe ;')

----------------
Lanjut di hari berikutnya. Hari Kamis tanggal 21 Agustus 2014.
Waktu itu gue juga baru pulang sekolah. Saat berjalan dari ujung gang ke rumah gue. Gue melihat si Belang(sang induk) berlarian mengejar kucing lain (?) laah ngapain ngejar kucing lain sih -_- kawin? HOH lu punya anak kelesss ngapain ngejar kucing lain? *bener bener tu kucing* gue panggil dianya dengan panggilan kesayangannya (padahal cuma pusspusspuss doang-_-) malah dicuekkin :v

Trus pas sampai di rumah gue melihat si Hitam sendiriiiiian aja. Iya, teman bermainnya udah enggak ada :'))) hoho kayak orang galau ._. Setelah gue mandi, gue memberi makan kucing. Gue panggil si belang, tapi gak datang-datang (aneh)
Akhirnya si belang datang juga setelah si Hitam telah habis makan daging Whisk** miliknya hoho dan si belang memakan miliknya juga. Tapi gue ngeliat tingkah lakunya si belang aneh gitu. Anehnya begini:
  • Saat dielus badannya, dia suka kagetan
  • Saat si Hitam ingin minta nyusu sama si Belang, si Belang malah menolak dan menampar si Hitam -_-
  • Dia kagetan dan ketakutan saat melihat lalat terbang di dekatnya. Padahal biasanya enggak
  • Dia agak rakusan
  • Biasanya dia tidur di halaman rumah gue. Kadang di jok motor kadang di bawah mobil (tragis -_-) . nah sekarang malah kabur habis makan makanan yang gue kasih
 Kenapa dia berubah ? Apa karena mengetahui dan melihat anaknya mati jadi berpengaruh terhadap psikologis si belang? Atau karena dia udah punya pacar baru lagi? Atau karena si Hitam sudah besar jadi sang induk harus pergi meninggalkannya agar si Hitam belajar hidup mandiri?

Di malam hari, si belang juga tak kunjung datang. Dan juga gak tidur di halaman rumah gue. . . . .
Dan akhirnya si Hitam menyendiri *stel lagu : menyendiri lagii menyendiri lagi* :'(
Sampai hari sekarang, si belang juga gak pulang. Dibawa lari sama pacar barunya *upss

Jadii, gue memutuskan untuk merawat intensif si Hitam di DALAM RUMAH dan akhirnya DIIZINKAN BUAT TIDUR DAN BERMAIN DI DALAM RUMAH YESSSSSS! Akhirnyos.. Tapi kenangan bersama kuning sama belang masih ada hihiw:') semua kenangan itu dari main benang sama si kuning, lari-larian, main sapu lidi, trusss kenangan yang sering berantakin semua sendal dan sepatu yang ada di teraaass hoho :') ituu kelakuan si kuning :') truss lompat-lompat gak karuan layak pemain baseball yang menangkap bola kasti ituu si kuning jugaaaa :') trus kenangan Bunda pake sapu lidi dipukul-pukul ke lantai teras buat marahin si kuning karena berantakin sendal hoho :') dan kenangan yang paling tak terlupakan itu saat memberi mereka bertiga makan :') nah mereka itu udah tau jadwal makannya kapan, pagi menuju siang, maghrib dan malam. Nah pas maghrib, mereka itu udah mengantrii di depan pintu rumah. Mengeong keras-keras. Jadi pas si Belang mengeong gue jawab "Tungguu~~~" dengan suara seriosa. Kalian tau kan seriosa? HAHAH truss nanti disahut lagi sama si belang dengan meongannya HIHIHI ;') trusss pas gue membagiin makanannya ke 3 tempat tuh kan butuh waktu jadii mereka nunggu di bawah sambil mengeong, terlebih si Hitam dia mutar2in gue, si kuning memanjat kaki gue HOHO :')
All of that are the BEST MOMENT EVER!! I won't forget all the moments :')

Yaa jadi itulah cerita gue pada postingan kali ini yes. Kalian harus tau kalo gue memang sangat mencintai kucing. Cat Lovers. Hoho=) I think that's all~ tunggu postingan gue selanjutnya yes~~~

No comments:

Post a Comment